Doa adalah Nafas Rohani Untuk Menguatkan Roh Kita
Sebelum mempelajari tentang doa syafaat, kita harus bertanya terlebih
dahulu, "Apakah doa itu? Apa pikiran Anda tentang doa?". Kita dapat
mengemukakan bermacam-macam jawaban, tetapi hubungan atau keterkaitannya
hampir sama. Doa adalah percakapan rohani dengan Tuhan, yaitu saat kita
berbicara kepada Tuhan dan
Dia
menjawab atau saat Tuhan berbicara kepada kita, dan kita menjawab.
Itulah yang disebut doa. Doa bukan percakapan satu arah. Dan kita tahu,
dalam Alkitab tertulis, "Tetaplah berdoa" (I Tes 5:17).
Dalam tubuh kita, "organ"yang terus bekerja dan tidak pernah berhenti
adalah jantung. Siapapun mengetahui hal itu. Kalau jantung kita
berhenti, semua organ di dalam tubuh kita juga berhenti. Doa adalah
nafas rohani, sama seperti kerja jantung. Kalau doa berhenti, kehidupan
rohani kita juga berhenti. Kehidupan doa seperti peredaran darah yang
bersikulasi di dalam tubuh kita. Tenaga yang baru, tersedia untuk hidup
kita sewaktu darah beredar atau bersikulasi di dalam tubuh sambil
menyaring semua kotoran. Doa juga memperbaharui dan membersihkan bagian
yang sudah kotor. Doa adalah sarana untuk menyucikan dan membersihkan
diri kita,
ini merupakan keinginan Tuhan. Doa adalah nafas rohani untuk memeperkuat roh kita.
Syafaat
Sekarang kita menyelidiki tentang syafaat. Syafaat berarti datang di
hadapan Tuhan dengan tujuan menggantikan posisi seseorang. Saya ingin
Anda mempercayai bahwa Tuhan Yesus adalah seorang yang menggantikan
posisi kita di hadapan Allah untuk selama-lamanya. Firman Tuhan berkata,
"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak
tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa
untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (
Roma 8:26). Ingatlah, Roh Kudus membimbing kita supaya dapat berdoa.
Perantara (Intercession)
Syafaat diekspresikan dalam bahasa Inggris sebagai kata "intercession." Arti kosakata ini adalah berdiri di
antara
dua orang, seperti saya berada dalam kelompok itu, yaitu saya berdiri
di antara dua orang yang datang bersama di hadapan Tuhan. Penjelasan
yang lain, syafaat adalah berdoa di hadapan Tuhan dengan menggunakan
haknya
agar menerima rahmat Tuhan. Orang-orang yang mempunyai hak, akan berdoa
Siapakah Pendoa Syafaat?
Pendoa syafaat adalah seseorang yang datang mendekat dan berdoa di
hadapan Tuhan untuk menggantikan posisi orang lain yang sudah jauh dari
Tuhan atau hidup tanpa Tuhan. Jadi sebelum berdoa untuk orang lain,
pendoa syafaat harus sudah mendapat pengampunan dosa dari Tuhan.
Kita tahu bahwa pendoa syafaat adalah seseorang yang datang di
hadapan Tuhan dengan membawa haknya. Hak-hak pendoa syafaat itu diterima
dari Tuhan yang dimulai dari pengampunan dosa sampai menjadi anak
Tuhan. Dan karena sudah mendapat pengampunan dosa maka kita dapat
membimbing orang lain untuk mendapat pengampunan dosa juga. Prinsip yang
sama dengan hal ini adalah anugerah, kasih, rahmat Tuhan dan mengampuni
tanpa syarat.
Kita sudah banyak diampuni oleh Tuhan. Ingat perumpamaan, jika kita
mempunyai hutang sepuluh ribu talenta dan dihapuskan, apa yang akan kita
lakukan kepada orang yang berhutang seratus dinar? Hal ini sama seperti
saya yang seharusnya dilemparkan ke dalam api neraka yang kekal
(berhutang besar), tetapi karena menerima Yesus Kristus kemudian
diampuni oleh Tuhan, lalu sekarang apa yang harus saya lakukan kepada
orang lain yang melakukan kesalahan kecil kepada saya (berhutang kecil)?
Jadi, orang yang mempunyai pengalaman diampuni dan menerima pengampunan
dari Tuhan, dapat mengampuni orang lain tanpa syarat. Orang seperti itu
sajalah yang dapat berdoa syafaat untuk orang lain.
Lalu bagaimana cara dapat berdoa dengan sepenuh hati? Sama seperti
hal tadi, yaitu jika kita sudah menerima kasih Tuhan tanpa syarat, maka
kita dapat berdoa untuk orang lain dengan kasih tanpa syarat. Seseorang
yang sudah menerima kasih Tuhan dapat mengetahui dan mengerti konsep
kasih. Kasih itu bukan cinta yang sering dikatakan oleh semua orang.
Seseorang dapat mengasihi tanpa syarat dan berdoa tanpa syarat jika
sudah menerima kasih Tuhan yang tidak pernah berubah. Sebagai pendoa
syafaat kita harus memperhatikan hal-hal ini. Pada saat berdoa di
hadapan Tuhan jangan melakukan dengan syarat. Karena pendoa syafaat yang
menerima kasih dari Tuhan tanpa syarat harus dapat berdoa tanpa syarat
untuk negara yang belum pernah dikunjungi, yang bahasa dan sukunya tidak
diketahui.
Dalam kitab Ester ada empat tokoh penting. Tokoh pertama adalah ratu
Ester, tokoh kedua adalah Ahasyweros, seorang raja. Tokoh ketiga adalah
Mordekhai, saudara dari ayah Ester yang membantu Ester. Tokoh keempat
adalah Haman, seorang perdana mentri yang melakukan apa saja untuk
memuaskan hasratnya. Jika kita menyeldiki hal tersebut dari pandangan
doa syafaat, maka ratu Ester melambangkan pendoa syafaat, Mordekhai
melambangkan Roh Kudus, Ahasyweros melambangkan Tuhan dan Haman
melambangkan setan yang membunuh dan menghancurkan. Kita dapat
mengetahui kisah mereka melalui kitab Ester. Pada saat semua suku Israel
berpuasa dan berdoa sehati, maka nasib mereka berubah dan lolos dari
kematian.
Melalui bangkitnya "Gerakan Doa Syafaat Bersama’, maka Tuhan
menggenapi janjiNya menghidupkan orang yang mati dan membinasakan
pembunuh. Doa syafaat mengubah sejarah dengan cara demikian. Hal itu
harus kita percayai dan alami. Karena bukanlah sifat doa syafaat yang
sesungguhnya jika berpikir bahwa wilayah atau apa saja dapat diubahkan
dan digenapi hanya melalui satu orang yang sudah diubah dan menerima
kuasa. Saya berharap semua orang Kristen di dunia bersatu dan berdoa
kepada Tuhan untuk memulihkan dunia ini. Jika demikian, bagaimana hati
seorang pendoa syafaat dapat datang kepada Tuhan?
Untuk itu, kita menyelidiki di dalam Alkitab mengenai ciri-ciri orang
yang dipakai Tuhan dengan luar biasa. Kita dpaat mengetahui bahwa
mereka semua adalah pendoa syafaat. Jika kita dapat memilih seseorang
yang mempunyai iman yang luar biasa, tentunya dia adalah pendoa syafaat
di hadapan Tuhan. Dia dapat berdoa untuk orang lain, mendengar suara
Tuhan dan menaati kehendak Tuhan. Tuhan ingin membimbing zaman ini
melalui mereka.
Abraham adalah Pendoa Syafaat yang Mengagumkan
Sebagai pendoa syafaat Abraham muncul dalam kitab Kejadian 18:22-33.
Namun kita akan mempelajari mulai pada Kejadian pasal 12 saat pertama
kali Abraham mendengar suara Tuhan lalu dia pergidari negerinya, sanak
saudaranya, rumah dan harta bapaknya serta hanya mempunyai harta yang
ada padanya. Kemudian karena menaati firmanNya, Tuhan memberkati Abraham
dengan melimpah.
Keponakannya yang bernama Lot juga ikut bersama-sama dengan Abraham
dan Lot pun diberkati oleh Tuhan. Tetapi pada suatu saat di antara kedua
orang tersebut muncul persoalan oleh karena harta mereka yang sangat
banyak. Sperti juga kita yang kadang-kadang berpikir jika harta semakin
banyak, maka karya Tuhan semakin baik. Tetapi kita harus ingat bahwa ada
kemungkinan hasilnya lebih buruk daripada waktu yang lalu. Umat Allah
yang ingin menjadi pendoa syafaat harus sadar dan bangun dari lamunan
keduniawian bahwa harta menyelesaikan segala masalah: Harta dapat
menjadi berhala.
Kuasa Tuhan yang Maha Kudus dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin
menjadi mungkin. Walaupun keadaan pendoa syafaat lemah dan tidak lebih
baik, dia harus mempercayai bahwa dia berkenan di hati Tuhan dan berdoa
sesuai dengan pokok doa yang diinginkan Tuhan sehingga dia dapat dipakai
dengan dahsyat. Walaupun demikian pada saat kedua orang tersebut
berpisah, Abraham menyesali hal itu. Tetapi di dalam Alkitab tertulis
bahwa persoalan tersebut tidak menjadi masalah untuk Abraham. Perlu
diingat apa yang dilakukan oleh Abraham pada saat terjadi peperangan di
Sodom dan Gomora. Setelah beberapa saat Lot pindah ke kota tersebut,
Abraham pergi ke tempat peperangan itu untuk menyelamatkan Lot. Dari hal
ini kita harus mengambil pelajaran mengenai hati Abraham yang menolong
Lot. Apakah Anda bersukacita jika orang yang memfitnah dan mengecewakan
Anda menderita kesusahan? Anda harus berdoa supaya perasaan seperti itu
hilang karena seorang pendoa syafaat yang sungguh-sungguh harus mampu
berdoa untuk memberkati orang yang telah menganiaya. Tuhan juga
berfirman, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah
bagi mereka yang menganiaya kamu" (Mat 5:44). Tetapi untuk melakukan
firman Tuhan ini tidaklah mudah. Hal tersebut jarang terjadi karena
mengasihi musuh biasanya hanya dalam hati saja. Tetapi kalau firman ini
dapat mengubahkan diri kita maka kita dapat mengasihi.
Setelah Lot diselamatkan dalam peperangan, Tuhan berfirman akan
memusnahkan semua tanah Sodom oleh karena dosa mereka. Sodom dan Gomora
akan dimusnahkan karena Tuhan tidak menemukan sepuluh orang benar. Kita
akan mengamati apa yang didoakan oleh Abraham untuk menyelamatkan Lot di
hadapan Tuhan.
Berdoa dengan Iman
Pertama, berdoa dengan iman. Abraham adalah seorang pendoa yang
berima580Ia berdoa dengan sikap yang mengakui keadilan Tuhan, yaitu
menghadap Tuhan dengan iman bahwa apa yang dijanjikan oleh Tuhan menurut
firman Allah akan digenapi. Allah berkenan terhadap doa yang didoakan
oleh orang yang beriman. Alkitab menyaksikan hal itu. Allah menghendaki
doa seorang yang percaya bahwa yang didoakan akan diterima. Allah
berkenan ketika kita menanggapi hal yang didoakan. Allah mendengar doa
orang yang dilakukannya dengan iman. Tetapi Aku berkata kepadamu: "Pada
hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada
tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai
ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di
tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sam pai hari ini.
Tetapi Aku berkata kepadamu: "Pada hari penghakiman, tanggungan negeri
Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu" (Mat 11:22-24). "… dan
apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya
Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu KepadaKu
dalam namaKu, Aku akan melakukannya" (Yoh 14:13-14). "Jikalau kamu
tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa
saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya" (Yoh 15:7).
Abraham dibenarkan karena iman. Pada waktu Abraham berdoa syafaat
untuk Lot, doa itu dijawab dan digenapi oleh Tuhan. Tanah Sodom dan
Gomora diselamatkan oleh Tuhan melalui doa syafaat Abraham dan Lot pun
tidak tahu tentang hal itu. Tetapi Abraham tidak berkata, "Karena saya
berdoa maka Lot dapat diselamatkan." Tetapi dia mengucap syukur kepada
Tuhan.
Doa Orang Benar Hanya Merenungkan Tuhan
Saya berharap ketika pendoa syafaat berdoa untuk orang lain jangan
menonjolkan kebenarannya sendiri, karena dia mendapat jawaban dari Tuhan
dan bersukacita tentang hal itu. Juga bersyukurlah dengan
sungguh-sungguh, karena Tuhan mendengar doa kita dan melakukan
"revival." Nama Tuhan ditinggikan jika doa orang yang benar tidak
menonjolkan kebenarannya sendiri tetapi hanya menonjolkan kebenaran
Tuhan.
Sebagai pendoa syafaat kita mendapat banyak pengalaman rohani dan
sudah seharusnya pendoa syafaat bersyukur kepada Tuhan dan meninggikan
nama Tuhan. Jika kita berdoa untuk orang lain, mereka juga akan mendapat
pengalaman rohani samapa seperti yang kita alami. Ingat, jangan
menghakimi orang lain ataupun membatasi karya Tuhan yang mau memakai
kita. Caranya, sejak awal kita harus bersyukur karena diberi kuasa dan
kasih karunia dari Tuhan untuk dipakai sebagai alatNya.
Selain itu, yang diinginkan oleh Tuhan dengan berdoa kita dapat terus
menerus mempertahankan kasih karunia dan kuasa yang ada di dalam hati.
Oleh karena iman orang benar yang memiliki motivasi, tujuan serta
pengharapan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, akan menghasilkan doa
yang benar. Kita harus mengetahui tujuan berdoa. Jika tujuan itu hanya
untuk kehormatan, kekayaan, kekuasaan, dan jumlah pertambahan jemaat
saja, maka hal itu akan menjauhkan kita dari Tuhan. Tetapi doa yang
mempunyai tujuan,alas an dan pengharapan yang jelas dapat menggerakkan
sejarah kekristenan pada masa lalu dan sanggup bertahan karena pendoa
syafaat tidak goyah terhadap kesulitan apa saja. Contohnya, gerakan
Kebangunan Rohani di Inggris yang dimulai oleh Wesley, awalnya hanya
melibatkan sekitar 20 orang pendoa syafaat.
Perintah untuk beriman kepada Tuhan juga tertulis dalam kitab Markus.
Supaya dapat berjalan bersama Allah, kita harus mempunyai iman sesuai
dengan tingkat iman yang sudah diberikan Tuhan. Jika kita melakukannya
sesuai tingkat iman yang sudah diberikan oleh Tuhan, maka tidak akan ada
masalah. Tetapi jika seseorang merasa mempunyai tingkat iman tertentu
yang ternyata melebihi tingkat iman pemberian Tuhan, maka kehidupan
rohaninya menjadi bermasalah. Melalui orang yang taat, Tuhan menggenapi
terjadinya gerakan Kebangunan Rohani yang dahsyat yang mengubahkan dunia
ini. Contohnya, hamba yang mempunyai dua talenta, walaupun dipercayakan
sedikit, tetapi dia menaati untuk menjalankannya dengan jumlah iman
tertentu yang sesuai. Di lain pihak, walaupun mempunyai lebih banyak
talenta, tetapi dipakai untuk memuaskan hawa nafsunya sendiri,
menyebabkan ke hidupan rohaninya hancur sehingga Tuhan tidak berkenan.
Tuhan tidak menjawab doa yang didasari hawa nafsu dan hasrat. Kita harus
menyadari bahwa berdoa dengan hasrat dan ambisi manusia, dapat menjadi
peluang untuk roh jahat melakukan kejahatan. "Atau kamu berdoa juga,
tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang
kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yak
4:3).
Berdoa Dengan Rendah Hati
Kedua, berdoa dengan rendah hati. Rendah hati dapat diartikan sebagai
kemurnian dan kelemahlembutan. Kita akan mempelajari Abraham yang
adalah nenek moyang orang beriman. Dia adalah "prototype"(gamabar awal)
Yesus Kristus yang memberikan teladan kerendahan hati. Abraham menyahut,
"Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan,
walaupun aku debu dan abu" (Kej 18:27). Bagaimana cara Abraham dapat
berbicara seperti itu di hadapan Tuhan? Hal itu menunjukkan walaupun
Abraham melihat dirinya tidak baik, tetapi dengan berani meminta kepada
Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dia dengan berani meminta karena Tuhan
membenarkan, memilih dan menjadikannya anak Tuhan serta membimbingnya.
Kata-kata "Walaupun aku debu dan abu"menunjukkan sifat kerendahan hati
yang sungguh di hadapan Tuhan.
Alkitab memberikan tekanan khusus pada kerendahan hati dan tinggi
hati. Dalam Amsal 18:12 tertulis, "Tinggi hati mendahului kehancuran,
tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan." Rendah hati juga
berkaitan dengan kelembutan hati. Kelembutan hati di dalam Alkitab
berarti orang yang bergaul karib dengan Tuhan. Abraham adalah orang yang
bergaul karib dengan Tuhan. Jika Tuhan memerintahkan kepada Abraham,
"Pergi," maka dia pergi, dan jika, "Jangan pergi," maka Abraham tidak
pergi.
Bandingkanlah kuda liar dan kuda jinak, yang mana lebih cepat
larinya? Sewajarnyalah, kuda liar berlari lebih cepat dibanding kuda
jinak, namun tidak ada seorangpun yang mau menunggang kuda liar. Sebab
jika kuda jinak disuruh oleh pemiliknya, "Pergi," maka kuda itu pergi,
dan jika,"Berhenti," kuda itupun berhenti. Kuda liar memang berlari
lebih cepat, tetapi tidak menaati pemiliknya, hanya berlari sesuai
dengan keinginannya. Demikian juga kehidupan kerohanian kita, dapat
menjadi rendah hati oleh bimbingan Roh Kudus yang melatih kita. Arti
yang lain dari rendah hati adalah kemurnian hati.
"Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah
lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (Mat
11:29).
"Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya
kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang
orang-orang yang berbuat jahat" (I Petrus 3:12).
Rendah hati berarti kemurnian, kemurnian adalah kesederhanaan (Bahasa
Inggris: "simple’). Semakin murni, semakin tidak bercampur dengan
unsure lain. Hampir semua orang di dalam Alkitab yang beriman besar
adalah orang yang sederhana cara berpikirnya. Jika mereka diperintahkan
Tuhan, "Pergi," pasti pergi. Kalau Tuhan berkata kepada mereka A, maka
mereka mengakui hal itu akan menjadi A. Tetapi orang yang rumit cara
berpikirnya akan kehilangan iman yang besar karena mereka sering
mempertanyakan alasan dari perkataan Tuhan. Kita dapat memperoleh
kemurnian melalui berdoa. Jika Anda ingin kemurnian dari Tuhan,
berdoalah demikian,
"Tuhan, tolong hapuskan perkara yang tidak Tuhan inginkan dari hati
dan pikiran saya. Saya ingin hidup seperti yang Tuhan inginkan. Tolong
hapuskan juga hal-hal yang menghalangi untuk maju di hadapan Tuhan
dengan rendah hati, baik yang ada di dalam hati, pikiran dan kehidupan
saya. Tolong pimpin saya supaya dapat melayani Tuhan dengan hati yang
murni."
Kita tidak dapat berdoa syafaat tanpa kerendahan hati. Saya pernah
berdoa untuk setiap negara melalui informasi dari buku. Saya berdoa
untuk tempat yang tidak saya ketahui sama sekali sebagai sasaran visi
dan misi sambil menangis dan berteriak kepada Tuhan. Selesai berdoa saya
tidak merasa sedih, jengkel atau sakit hati walaupun tadi menangis dan
berteriak. Hal itu terjadi karena Roh Kudus memberikan hati seperti itu
di dalam hati saya. Jika saya berdoa sebenatar saja di dalam hati, Roh
Kudus mengijinkan saya merasakan hati Tuhan.
Berdoa Dengan Berani
Ketiga, berdoa dengan berani. Tuhan ingin memakai kita untuk berdoa
syafaat, supaya tidak membatasi Tuhan untuk hal itu, kita harus
mempunyai hati yang berani.
Katanya, "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada
Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati disana?" FirmanNya: "Aku tidak akan
memusnahkannya karena yang dua puluh itu" (Kej 18:31).
Ayat tersebut menunjukkan sebuah jalan keluar yang memenangkan setiap
peperangan rohani atau perjuangan rohani. Melalui orang beriman, Tuhan
ingin memberikan kemenangan. Kepada orang yang rendah hati Tuhan
mencurahkan anugerah dan kuasa, namun Tuhan juga ingin memakai orang
yang berani. Tuhan tidak dapat memakai orang yang tidak berani karena
orang itu setiap hari ragu-ragu walaupun dia mempunyai anugerah dan
kuasa. Perkataan Abraham "Aku berani meminta"dapat diganti dengan "Aku
berani berdoa di hadapan Tuhan."
Pada saat Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya, Dia berkata "Ikutlah
Aku"bukan untuk orang yang diam dan duduk saja. Tetapi Tuhan memanggil
Matius, seorang pemungut cukai dan Petrus yang menjahit jala supaya
dapat menjala ikan di laut dengan hati yang tulus. Jadi Tuhan memilih
dan memakai orang yang mempunyai ketulusan hati dengan pekerjaan
sendiri. Tuhan sudah melihat kemungkinan orang itu maka Tuhan meminta
meninggalkan semua hal itu sekarang supaya dapat melihat keberaniannya.
Tuhan ingin mengamati apakah dia berani mengikuti Tuhan dengan iman.
Tuhan ingin kita taat kepadaNya. Setelah Tuhan menumbuhkan iman Abraham,
Tuhan memerintahkan untuk mempersembahkan Ishak supaya dapat melihat
ketaatan Abraham. Maka dapat disimpulkan "tidak taat adalah tanda tidak
beriman."
Pada saat Roh Kudus menggerakkan hati kita, saat menginginkan kita
berdoa, tetapi jika kita tidak menaati karena memikirkan keadaan dan
kondisi kita, apa yang akan terjadi? Tuhan mencari orang taat yang
menanggapi dengan segera dan melalui orang itu Tuhan selalu menggenapi
karyaNya. Pada saat mendengar musik dan mengemudikan mobil, di rumah
maupun di gereja, kapan saja dan di manapun, Tuhan meminta keberanian
dan ketaatan kita. Tuhan ingin kita mempunyai keberanian yang tidak
goyah. Tanpa iman dan keberanian kita tidak dapat melayani pengusiran
setan dan berdoa untuk orang sakit. Kalau tidak siap, kita akan mendapat
masalah sendiri pada saat mendoakan. Antara berteriak karena merasa
takut dan berteriak karena merasa berani saat mengusir setan merupakan
tingkatan yang berbeda. Menyadari keinginan Tuhan me mbuat kita berani.
Kita akan menyelidiki hal itu lebih dalam pada bagian kedua.
Berdoa untuk Komunitas
Keempat, berdoa untuk komunitas. Abraham berdoa untuk Lot dan orang-orang yang tinggal di dalam kota itu.
"Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu?
Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau
mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada didalamnya itu?
Jauhlah kiranya daripadaMu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar
bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah
sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian daripadaMu!
Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" Tuhan
berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku
akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka. Abraham
menyahut:"Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan,
walaupun aku debu dan abu. Sekiranya kurang lima orang dari kelima
puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu
karena yang lima itu?" FirmanNya, "Aku tidakmemusnahkannya jika Aku
dapati emapat puluh lima di sana!" (Kej 18:24-28).
Di dalam ayat tersebut kita dapat melihat bahwa oleh karena Lot,
Abraham berdoa syafaat untuk semua orang dalam kota itu. Sebagai hamba
Tuhan yang diberkati, kemanapun Abraham pergi maka daerah itu diberkati
dan orang di sekelilingnya juga mendapat berkat. Ini adalah dalah satu
prinsip berkat. Prinsip itu diterapkan oleh Yusuf. Saya berharap prinsip
ini juga terjadi karena pendoa syafaat yang berdoa, sehingga tempat
yang mereka kunjungi dan doakan serta orang yang bersama dengan mereka
diberkati dan semuanya berjalan dengan baik.
Suatu saat walaupun pendoa syafaat tidak mendapat keuntungan dari hal
tersebut, namun karena berguna untuk komunitas dan kerajaan Allah, maka
dia harus berdoa. Saat itulah akan kita sadari bahwa Tuhan menumbuhkan
iman kita hingga tingkat tertentu. Kita mampu berdoa dengan hati yang
melingkupi seluruh dunia pada saat kita terus menerus berdoa seperti
itu. Kita tahu hati manusia sangat penuh dengan keinginan. Meskipun
kekayaan, kehormatan dan kenikmatan dimasukkan semuanya di dalam hati,
tetapi tidak pernah merasa puas. Ini adalah sifat manusia. Bahkan untuk
mendapatkan lebih banyak, hati manusia memberontak. Tetapi saya mengucap
syukur karena hati kita yang besar sudah dipenuhi oleh Tuhan pencipta
dunia ini. Pada saat Tuhan masuk ke dalam hati, maka bagian kosong hati
kita dapat diisi. Selain memiliki hati yang melingkupi dunia, Kitadapat
berdoa juga supaya Tuhan yang memiliki dan mengawasi berlangsungnya
sejarah dunia. Saya berharap para pendoa syafaat akan berdoa seperti
poin-poin tersebut. Sehingga oleh iman kita menerima hati Tuhan, berdoa
dalam jamahan Roh Kudus, membaca Alkitab dan mendengarkan suara Tuhan.
Sebagaimana Abraham yang berdoa sesuai kehendak Tuhan dengan iman dan
kemurnian hati untuk satu bangsa di hadapan Tuhan.
Berdoa dengan Kesabaran dan Ketekunan
Kelima, berdoa dengan kesabaran dan ketekunan. Abraham berdoa dengan
kesabaran dan ketekunan untuk keselamatan keponakannya, yaitu Lot dan
kota Sodom. Di sepanjang perjalanan doa saya pernah melihat banyak orang
yang menyerah dan berhenti. Pada saat Tuhan sudah mendengar doa kita
dan menanggapi, kita sangat mudah berhenti mendoakan hal itu. Begitu
bodohnya jika melakukan hal itu. Kesabaran diperlukan seorang pendoa
syafaat untuk dapat dengan senang hati menunggu sampai mendapat
tanggapan Tuhan. Nikmatilah berdoa dengan kesabaran dan ketekunan sampai
menerima tanggapan Tuhan dan dapat merasakan kebahagiaan yang dulu
tidak pernah dibayangkan.
Sebagai kesimpulan, kita akan mengelompokkannya dalam beberapa
bagian. Melalui doa Abraham kita akan menyelidiki sikap seorang pendoa
syafaat, antara lain:
Pertama, pendoa syafaat adalah orang yang menolong orang lain,
sehingga orang tersebut yang sudah jauh dari Tuhan menjadi orang yang
mengenal Tuhan, lalu mau mendatangi Tuhan dan akhirnya mereka mendekat
lagi kepada Tuhan.
Kedua, pendoa syafaat harus berdoa untuk orang yang belum mempunyai
keselamatan supaya memperoleh keselamatan. Kalau ada orang yang sakit
dan penyakitnya mengganggu hubungannya dengan Tuhan, maka dia harus
berdoa kepada Tuhan supaya orang itu sembuh.
Ketiga, jika roh jahat mengikat seseorang, maka pendoa syafaat harus
mengikat roh jahat dan mengusirnya. Tuhan akan memberitahu pendoa
syafaat jika seseorang karena luka hati tidak menerima anugerah Tuhan
dengan sepenuhnya. Oleh karena itu pendoa syafaat dapat membimbing
mereka di hadapan Tuhan karena Tuhan siap mencurahkan kuasa yang dapat
menyembuhkannya Saya berdoa supaya kehendak Tuhan yang mengagumkan dapat
digenapi
Yesus Pengantara yang Kekal untuk Umat Manusia
Kita dapat mempelajari di dalam Alkitab Perjanjian Lama. Saat kita
berdoa untuk orang lain, maka gerakan Kebangunan Rohani pasti digenapi.
Contohnya, saat Abraham bertindak sebagai pngantara dan berdoa untuk
keponakannya Lot, maka gerakan kebangkitan dimulai dan keselamatan
diterima. Pada saat Musa bertindak sebagai pngantara dan berdoa untuk
orang Israel yang berdosa di hadapan Tuhan, gerakan Kebangunan Rohani
juga terjadi dan keselamatanpun diterima.
Sedangkan di dalam Alkitab Perjanjian Baru, pada saat para jemaat
berdoa dengan kesungguhan untuk Petrus yang dimasukkan ke dalam penjara,
maka malaikat menyelamatkan dia. Paulus dan Silas didukung dari
belakang oleh pendoa syafaat yang terus menerus berdoa. Di dalam
suratnya rasul Paulus meminta jemaat terus menerus berdoa untuk dirinya.
Walaupun kuasa dari Tuhan sudah banyak diterima Paulus dengan berdoa
sendirian tetapi segalanya tidak dapat digenapi. Paulus dapat menggenapi
pekerjaan kebangkitan Tuhan yang dahsyat melalui pendoa syafaat yang
terus menerus berdoa di sekelilingnya tanpa dilihat. Seperti itulah
pelayanan doa syafaat, bisa menghidupkan jiwa yang sedang mengalami
kematian, bisa melakukan salah satu bagian peranan yang penting untuk
pekerjaan Tuhan. Jika demikian siapa yang paling banyak melakukan
pelayanan doa syafaat?
"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang
yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk
menjadi pengantara mereka" (Ibr 7:25).
Kita dapat mengetahui melalui ayat tadi bahwa Yesus Kristus
senantiasa berdoa untuk kita di sebelah kanan tahta Allah. Itu berarti
pengantara kekal kita adalah Yesus Kristus. Sementara tinggal di bumi
ini menjadi seperti Yesus Kristus adalah kerinduan kita. Lalu bagaimana
caranya? Yaitu dengan menaati dan meneladani pelayanan yang dilakukan
oleh Yesus Kristus. Langkah pertama menjadi pengantara seperti Yesus
Kristus dan langkah berikutnya dengan meneladani pelayanan Yesus
Kristus.
Yesus meruntuhkan tembok dosa yang menghalangi hubungan manusia
dengan Tuhan, sehingga menghancurkan manusia. Saat Yesus berada di
dunia, Dia juga menjadi pendoa syafaat supaya orang yang percaya kepada
Yesus dapat masuk sorga. Selain itu, Tuhan Yesus mengaruniakan Roh Kudus
kepada orang yang percaya setelah Tuhan mati dan dibangkitkan. Siapapun
yang percaya, dapat menerima Roh Kudus sebagai anugerah ini.
Roh Kudus Pendoa Syafaat untuk Kita
Muncul pertanyaan dalam hati kita, siapakah saksi yang dapar
membuktikan bahwa Yesusmendoakan kita? Roh Kudus adalah saksi itu. Dia
memberikan kesaksian di dalam hati bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, dan
sungguh-sungguh adalah pendoa syafaat kita. Selain sebagai saksi, Roh
Kudus juga berdoa untuk kita di dalam hati.
"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita
tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa
untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu
bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang
kudus." (Roma 8:26-27)
Firman Tuhan tadi memberi kesaksian bahwa Roh Kudus juga berdoa untuk
kita. Bagaimana kita dapat mengetahui saat hal itu terjadi? Yaitu pada
saat hati kita disegarkan dengan membaca firman Tuhan atau ada kebebasan
di dalam hati saat kita memuji Tuhan. Contoh, saya pernah melihat
seseorang yang kerasukan setan disembuhkan pada saat memuji Tuhan. Kita
juga pernah menangis saat berdoa, memuji atau mendengar firman Tuhan,
walaupun tidak ada alasannya. Atau apakah anda pernah mengalami damai
sejahtera yang mengalir di dalam hati? Itulah yang terjadi saat Roh
Kudus mendoakan kita, dan kita juga tidak menyadari bahwa kita ikut
melakukan pekerjaan Roh Kudus, di dalam hati kita. Kalau kehidpan kita
tidak mengecewakan Roh Kudus dan tinggal dalam kehendakNya yang penuh
dengan sukacita, maka Roh K udus akan menghilangkan keraguan di dalam
hati kita. Dia akan mendorong kita untuk dapat berdoa serta menolong
untuk menjalin hubungan lebih mendalam dengan Tuhan, sehingga memperoleh
pokok doa yang diinginkan Tuhan.
Pada saat menjalin hubungan lebih mendalam dengan Roh Kudus, kita
dapat mendoakan apa yang menjadi kehendak Tuhan dan apa yang harus kita
lakukan di dunia ini terhadap bangsa dan generasi agar lebih maju. Saya
berharap, kita dapar berdoa kepada Tuhan untuk memulihkan keadaan rohani
bangsa ini dan semua pekerjaanNya sekali lagi. Saya berangan-angan
menjadi pendoa syafaat yang menginjili dunia dan pada saat itu kita akan
mengalami karya Tuhan yang luar biasa, sebab Tuhan sendiri yang
melakukan pekerjaanNya itu.
Sumber: Full Gospel Indonesia